Lentera Hijrah
Aturan Islam adalah lentera hijrah
.
Sahabat hijrah,
Sebaik, sebahagia, & sekeren apapun seseorang menganggap dirinya saat ini, selama tidak menjadikan keimanan & ketaatan kepada Allah & wahyu yang diturunkan-Nya sebagai aturan kehidupan, ibarat seseorang yang berjalan di dalam kegelapan yang pekat lagi membutakan mata, namun dengan angkuhnya mengatakan aku tahu jalannya & pasti sampai, tak perlu ada cahaya!
.
Padahal Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam bersabda: “Kutinggalkan kalian dalam suatu keadaan terang benderang, malamnya seperti siangnya & tidak ada yang berpaling darinya kecuali menjadi orang yang celaka”. (H.R Ahmad)
.
Aturan Islam ibarat cahaya, Taat kepada Allah berarti menempuh jalan yang penuh lentera, jelas tujuannya, jelas persimpangannya & syurgalah tujuan akhirnya.
.
Betapa banyak yang duduk di atas singgasana ketenaran, namun hidup dalam ketidakpastian & tak pernah merasakan ketenangan hingga menyerah & mati dalam kekafiran & kefasikan!
.
Dunia tak cukup indah, bahkan gelap bagi manusia yang menjadikan hawa nafsu sebagai penuntun kehidupan & perbuatannya. Mari berjalan di atas jalan yang terang, jangan membutakan mata kita sendiri dengan menolak aturan-aturan Sang Pencipta Kehidupan.
.
Hijrah lah dalam ketaatan, gunakan Al-Qur’an & Sunnah sebagai penerang kehidupan kita. Jangan sampai kita menjadi benar-benar buta & hanya bisa berkata dengan suara tercekat: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal dulunya aku adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman, “ Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, & begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan”. (QS Thaha: 125-126). Naudzubillahi min dzalik.
.
Yakinlah, dengan berhijrah anda berada di jalan yang penuh cahaya, & syurga menanti orang-orang yang berada di jalan (ketaatan) ini. Selamat!
Universitas Djuanda
.
Sahabat hijrah,
Sebaik, sebahagia, & sekeren apapun seseorang menganggap dirinya saat ini, selama tidak menjadikan keimanan & ketaatan kepada Allah & wahyu yang diturunkan-Nya sebagai aturan kehidupan, ibarat seseorang yang berjalan di dalam kegelapan yang pekat lagi membutakan mata, namun dengan angkuhnya mengatakan aku tahu jalannya & pasti sampai, tak perlu ada cahaya!
.
Padahal Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam bersabda: “Kutinggalkan kalian dalam suatu keadaan terang benderang, malamnya seperti siangnya & tidak ada yang berpaling darinya kecuali menjadi orang yang celaka”. (H.R Ahmad)
.
Aturan Islam ibarat cahaya, Taat kepada Allah berarti menempuh jalan yang penuh lentera, jelas tujuannya, jelas persimpangannya & syurgalah tujuan akhirnya.
.
Betapa banyak yang duduk di atas singgasana ketenaran, namun hidup dalam ketidakpastian & tak pernah merasakan ketenangan hingga menyerah & mati dalam kekafiran & kefasikan!
.
Dunia tak cukup indah, bahkan gelap bagi manusia yang menjadikan hawa nafsu sebagai penuntun kehidupan & perbuatannya. Mari berjalan di atas jalan yang terang, jangan membutakan mata kita sendiri dengan menolak aturan-aturan Sang Pencipta Kehidupan.
.
Hijrah lah dalam ketaatan, gunakan Al-Qur’an & Sunnah sebagai penerang kehidupan kita. Jangan sampai kita menjadi benar-benar buta & hanya bisa berkata dengan suara tercekat: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal dulunya aku adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman, “ Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, & begitu (pula) pada hari ini kamu pun dilupakan”. (QS Thaha: 125-126). Naudzubillahi min dzalik.
.
Yakinlah, dengan berhijrah anda berada di jalan yang penuh cahaya, & syurga menanti orang-orang yang berada di jalan (ketaatan) ini. Selamat!
Universitas Djuanda
MashaAllahh luar biasa sekali artikelnya :)
BalasHapusBenar benar membuka hati seseorang untuk berhijrah terima kasih
BalasHapusSubhanallah bagus artikelnya, bermanfaat bagi kehidupan orang banyak🙏🏻
Subhanalloh bagus artikel nya, semoga untuk yang berada dijalan Alloh selalu istiqomah amiiiin...
BalasHapusSubhanallah, bermanfaat sekali artikelnya..
BalasHapusAduuh wan bner2 hati ku terkesimak dengan artikel nya makasih bget
BalasHapus