Mengungkapkan rasa suka kepada orang yang kita cinta itu memang hal yang wajar. Bahkan dianjurkan mengabarkan rasa suka ini sebagaimana dalam kutipan hadits "Rasul saw bersabda: sesungguhnya engkau akan bersama (di akhirat) dengan seseorang yg engkau cintai."
.
Namun, ekspresi cinta ini bukan berarti harus diungkapkan kepada lawan jenis kita. Kalaupun iya maka ini hanya berlaku untuk pasangan suami istri, atau seseorang kepada saudara mahramnya. Dan ungkapan ini pun hanya berlaku karena bentuk ketaqwaan kita pada Allah SWT. Bentuk cinta yg hakiki. Bermuara pada Allah saja.
.
Lalu bagaimana dengan pacar? Oooh kalo yg ini jelas ga boleh. Apalagi sampai diumumkan sejagat raya. Kalo istilah zaman now "nembak". Nah tentu ini tidak diperbolehkan dalam Islam. Yang jelas hukumnya haram. Disamping juga ekspresi cinta yg semacam ini tentu meniru budaya barat. Sabda Rasul saw " barangsiapa yg mengikuti suatu kaum maka ia bukanlah bagian dariku (ummatku)."
.
Nah lho, jangan sampe deh kita ga diaku ummatnya Nabi Muhammad saw hanya gegara salah dalam mengekspresikan cinta. Salah dalam merayakan cinta.
.
Sesungguhnya perayaan cinta dalam Islam hanyalah dengan jalur pernikahan. Dengan begitu kita akan dapatkan ridhaNya, berkahNya dan naunganNya. Dan yg terpenting kita akan dapatkan cinta yg hakiki bukan cinta yg semu.
.
Follow @IndonesiaTanpaPacaran
Follow @IndonesiaTanpaPacaran
Follow @IndonesiaTanpaPacaran
.
Ditulis oleh @TaqiyyaMumtazaFira tim #IndonesiaTanpaPacaran
.
Universitas Djuanda
.
Namun, ekspresi cinta ini bukan berarti harus diungkapkan kepada lawan jenis kita. Kalaupun iya maka ini hanya berlaku untuk pasangan suami istri, atau seseorang kepada saudara mahramnya. Dan ungkapan ini pun hanya berlaku karena bentuk ketaqwaan kita pada Allah SWT. Bentuk cinta yg hakiki. Bermuara pada Allah saja.
.
Lalu bagaimana dengan pacar? Oooh kalo yg ini jelas ga boleh. Apalagi sampai diumumkan sejagat raya. Kalo istilah zaman now "nembak". Nah tentu ini tidak diperbolehkan dalam Islam. Yang jelas hukumnya haram. Disamping juga ekspresi cinta yg semacam ini tentu meniru budaya barat. Sabda Rasul saw " barangsiapa yg mengikuti suatu kaum maka ia bukanlah bagian dariku (ummatku)."
.
Nah lho, jangan sampe deh kita ga diaku ummatnya Nabi Muhammad saw hanya gegara salah dalam mengekspresikan cinta. Salah dalam merayakan cinta.
.
Sesungguhnya perayaan cinta dalam Islam hanyalah dengan jalur pernikahan. Dengan begitu kita akan dapatkan ridhaNya, berkahNya dan naunganNya. Dan yg terpenting kita akan dapatkan cinta yg hakiki bukan cinta yg semu.
.
Follow @IndonesiaTanpaPacaran
Follow @IndonesiaTanpaPacaran
Follow @IndonesiaTanpaPacaran
.
Ditulis oleh @TaqiyyaMumtazaFira tim #IndonesiaTanpaPacaran
.
Universitas Djuanda
Komentar
Posting Komentar